Call : 082114344445
Mail : info@dimensiruang.com

Bangunan Rumah Belanda di Indonesia – Ini Yang Perlu Anda Ketahui

Yuk kita lihat lebih detail apasaja fitur, material, karakter dan furniture yang dipakai pada rumah Belanda yang ada di Indonesia.

Di sebagian tempat di Indonesia, kita akan menjumpai dengan mudah bangunan/rumah Belanda. Bangunan2 itu adalah bukti atau jejak2 kolonialisme Belanda di masa dulu. Ada beberapa rumah2 Belanda (kolonial) yang masih terawat dan masih ditempati, akan tetapi tidak sedikit pula rumah Belanda yang sudah kosong (tidak ditempati) sehingga dirobohkan. Alasan apapun itu, rumah Belanda memiliki karakter yang kuat serta punya nilai historis yang mendalam. Jadi tidak kaget juga kalau sekarang ini banyak orang yang berburu rumah Belanda untuk ditempati. Walaupun sebagian dari kita punya anggapan bahwa rumah Belanda terkesan angker, namun tak dipungkiri karakter yang kental nuansa Eropa klasik jaman kolonial menjadikan rumah ini tetap diminati.

Apabila kita perhatikan dgn seksama, sebenarnya rumah2 Belanda mempunyai karakter yang khas yang membedakannya dengan rumah2 dengan desain biasa. Rumah belanda mempunyai kesan yang kokoh, sederhana dan tetap artistik. Pemakaian warna putih sebagai warna dominan pada ruang eksterior adalah salah satu ciri khas dari rumah ini. Untuk detail karakter Rumah Belanda lainnya, akan kami jelaskan di bawah ini. Simak terus ya..

Fitur khas rumah Belanda – Desain Atap Melengkung dan Fasad Simetris

Ciri-ciri bangunan rumah Belanda yang paling jelas terlihat pada pemakaian gambler roof (atap melengkung). Desainnya lebih cenderung substansial, aplikatif akan tetapi tetap atraktif. Tak hanya itusaja, tampilan muka eksterior atau fasad simetris, walaupun ada sebagian rumah Belanda yang mengaplikasikan fasad asimetris. Fasad seringkali berupa segi-empat, segi-lima, atau segi-enam. Pintu rumah bisa di bangun pada bagian tengah fasad, dapat juga berada di tepi kanan.

Tak hanya itu, di rumah2 Belanda kita juga bakalan menemui serambi atau porch yang ada di ground floor. Ujung dari roofline biasanya melebar. Yang jelas, desain arsitektur bangunan Belanda yang seringkali ditemui di Indonesia sedikit memiliki perbedaan dengan bangunan Belanda yang ada di negara asalnya. Hal itu pastinya juga mempertimbangkan iklim serta kondisi angin yang ada di Indonesia.

Material yang digunakan pada bangunan rumah Belanda

Kalau kita melihat bangunan Belanda, apa yang terlintah pada pikiran kita? Ya, bangunan ini terlihat kokoh dan berkarakter. Rumah Belanda dibuat dengan memakai bahan material seperti batu bata, batu alam hingga clapboard siding. Bahan yang dipakai pastinya tergantung dengan lokasi rumah tersebut.

Denah ruang pada rumah Belanda

Untuk denah ruang rumah Belanda tidak jauh berbeda penataannya dengan rumah pada rumah biasa. Memiliki area ruang makan, ruang keluarga, kamar tidur dan kamar tamu. Lantai atas seringkali dipakai untuk kamar anak. Di tengah ruangan ada area sentral yang mengarah pada ruang2 utama pada rumah tersebut.

Model furniture rumah Belanda

Furnitur bernuansa Belanda pada zaman kolonial berfariasi, mulai dari yang sederhana sampai dengan yang dipenuhi ornamen pada permukaannya. Sesudah itu, muncul teknik veneering dan marquetry yang lumayan populer diaplikasikan pada furnitur bangunan Belanda. Kayu walnut adalah kayu yang paling sering diaplikasikan dengan teknik veneering.

Untuk kamar tidur, kita akan menjumpai furnitur khas Belanda lain, contohnya lemari pakaian atau wardrobe yang cukup lebar. Biasanya ada beberapa ruangan kecil yang dibikin dengan sekat guna memposisikan tempat tidur yang lokasinya agak terpisah dari posisi wardrobe, walaupun masih dalam satu ruangan.

Ke-artistik-an pada bangunan rumah Belanda

Di rumah2 Belanda, kita juga dapat menemukan ragam karya seni terpampang di beberapa sudut ruangan. Salah satunya adalah lukisan dari cat minyak. Karena di jaman dulu, Belanda tengah gemar melakukan eksplorasi ke beberapa tempat di dunia lewat jalur laut, tak heran dalam hal karya seni pun pemandangan laut paling sering ditemukan pada lukisan2 Belanda. Tak ayal, lukisan yang paling populer kala itu merupakan lukisan bertema maritim.

Keuntungan Mempunyai dengan Desain Rumah Belanda

Rumah Belanda didesain tidak terlalu tinggi dan jarang dibikin bertingkat. Walaupun dibuat bertingkat, mereka lebih senang menerapkan bangunan 1,5 lantai, di mana lantai atas tak sebesar lantai bawah. Desainnya cenderung stabil, tradisional, akan tetapi mampu memberi kesan homey feeling. Dengan ukuran bangunan yang tidak terlalu tinggi, rumah Belanda cocok sbg tempat tinggal keluarga dengan anak kecil yang sedang tumbuh berkembang.

Mempunyai atas yang sedikit melengkung, hal itu akan memberikan keuntungan tersendiri. Kita dapat lebih mudah menambah lantai tanpa terbebani biaya yang terlalu besar.

Kelemahan desain Rumah Belanda

Kelamahan dari rumah kolonial ini terletak pada denah ruangannya karena masih mengikuti gaya tradisional, misalnya ruang / area makan yang terpisah, sehingga kurang sesuai dgn tren masa sekarang yang serba simpel dan kasual. Kelemahan lain yakni posisi kamar tidur yang berada di lantai 2. Untuk keluarga yang tinggal bersama orang yang sudah jompo, tentu lokasi kamar yg terletak di lantai 2 kurang tepat dan menyulitkan orang tua saat ingin beraktifitas.

Di samping kedua hal di atas, kekurangan lain dari rumah tradisional Belanda yakni keberadaan serambi atau porch. Kadang, serambi ini dibuat terlalu besar, namun diposisikan di tempat yang tidak strategis. Bahkan, porch ini lebih sering dibiarkan kosong dan jarang ditempati.

Demikian ulasan detail dari desain rumah Belanda. Setelah membaca artikel di atas, sekarang Anda pastinya punya gambaran untuk menentukan pilihan desain yang Anda inginkan. Jika Anda ingin desain bangunan rumah Belanda tetapi menyayangkan kelemahan dari bangunan tersebut, maka Anda dapat membuat desain bangunan rumah Belanda dengan tata ruang modern minimalis. Dimensiruang.COM mampu mewujudkan impian desain rumah tinggal Anda. Silahkan hubungi kami melalui kontak yang tertera.