Call : 082114344445
Mail : info@dimensiruang.com

Cara Menghitung RAB Untuk Rumah Anda, Yuk Simak!

RAB atau Rencana Anggaran Biaya, bagi pemula atau untuk adik2 yang masih bersekolah di bangku SMP atau yang kemungkinan belum ada mata pelajaran RAB, pastinya akan bertanya-tanya apa sih Rencana Anggaran Biaya dan apa kegunaannya. Nah, di artikel ini kami akan mencoba mengulas sedikit apa sih RAB hingga apa kegunannya. Simak terus ya!

Apa itu RAB?

Bagaimana mengerjakannya? Kegunaannya RAB itu apa? dan bagaimana cara menggunakannya?

Semua pertanyaan di atas akan kami jawab diulasan kali ini. Karena kami berkesimpulan ada sih beberapa orang yang tahu apa itu RAB, namun banyak pula yang tahu saja dan tidak bisa mengaplikasikannya.

Pengertian RAB atau Rencana Anggaran Biaya terdiri dari 3 kata:

  1. Rencana: (Himpunan planing) yang dimaksud dalam hal ini yakni merencanakan suatu bangunan baik dalam bentuk fungsi dan pelaksanaanya
  2. Anggaran: Perhitungan besarnya biaya suatu bangunan
  3. Biaya: Besarnya pengeluaran /rupiah yang berhubungan dengan suatu proyek bangunan.

Dari hasil makna 3 kata di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa RAB adalah merencanakan suatu bangunan sekaligus dgn perhitungan besar-kecilnya biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan bangunan tersebut. Anggaran disuatu daerah satu dengan daerah lainnya kemungkinan dapat berbeda-beda karena penyebabnya adalah perbedaan harga bahan, harga upah dan biaya transportasi yang tak sama.

Sebelum menginjak pada cara menghitung Rencana Anggaran Biaya, sebaiknya kita ketahui terlebih dahulu konsep atau tahapan/prosedur dari RAB itu sendiri:

  • Mengumpulkan data pada suatu bahan (HSB)
  • Mengumpulkan data tentang harga suatu upah tenaga kerja (HSU)
  • Melakukan perhitungan analisis bahan upah yakni memakai daftar analisa BOW (Burgenlijke Openbare Werken) dan SNI (Standart Nasional Indonesia).
  • Menghitung harga satuan pekerjaan (HSP)
  • Melakukan perhitungan volume pekerjaan
  • Mendaftar susunan perhitungan RAB
  • Membikin rekapitulasi biaya
  • Menghitung biaya/anggaran.

Itu merupakan tahapan dalam pelaksanaan RAB. Untuk nomer 1 hingga 4, Anda bisa memanfaatkan harga yang sesuai dengan dinas terkait yang ada di daerah Anda masing2 karena setiap daerah mempunyai satuan harga yang berbeda-beda.

Di bawah ini, saya akan langsung saja membahas CARA MENGHITUNG VOLUME PEKERJAAN

Apasih Volume pekerjaan? Yaitu menghitung besarnya volume pada satu satuan. volume pekerjaan juga bisa disebut sebagai kubikasi pekerjaan. Jadi volume pekerjaan bukanlah isi sesungguhnya melainkan jumlah volume pada bagian pekerjaan dalam satu satuan.

Berikut adalah daftar satuan untuk volume pekerjaan:

  • M3 : untuk pasangan batu belah, galian urugan tanah dan lainya.
  • M2 : untuk pemasangan lantai keramik, plafond, pengecatan dsb.
  • M’ : untuk pemasangan bauplank, instalasi air bersih dll.
  • KG : untuk pekerjaan besi beton angkur dan lain sebagainya.
  • Buah : Kunci tanam dan titik lampu.
  • Ls : atau diperkirakan yang biasanya jika tidak ada dalam satuan pekerjaan.

Adapun bahan atau patokan untuk menghitung besarnya volume pekerjaan yakni:

  • Gambar denah: Untuk mengetahui ukuran lebar dan panjangnya
  • Gambar potongan: Utk mengetahui lebar dan tinggi bangunan
  • Gambar detail: Utk mendefinisikan ukuran2 khusus
  • Gambar tulangan: Utk mengetahui letak dan besi yang dipakai
  • Gambar situasi: Utk mengetahui arah angin dan situasinya.

Rumus Penghitungan Volume Pekerjaan

[1] Pembersihan/ratakan tanah > Satuan M2. Rumusnya : Panjang x Lebar Lokasi/Tanah

[2] Pengukuran atau pemasangan Bouwplank > Satuan M’. Rumus : Dari as pondasi > Panjang melintang + Panjang membujur.

[3] Pekerjaan Tanah Terbagi menjadi 3, yaitu:

  1. Galian Tanah Pondasi > Satuan M3. Rumusnya : Luas penampang galian x Jumlah galian pondasi (as ke as)
  2. PekerjaanTimbunan Pasir > Satuan M3. Rumusnya : Luas dasar galian x tebal lapisan pasir
  3. Timbunan bawah lantai > Satuan M3. Rumusnya : Luas lantai x Tebal lapisan pasir.

[4] Pekerjaan Pasangan Dan Plesteran. Ada 5 rumus, yaitu:

  1. Pasangan Batu Belah > Satuan M3. Rumusnya : Luas penampang x panjang pondasi
  2. Pasangan Batu Bata > Satuan M2. Rumusnya : Tinggi pasangan x panjang dinding pasangan batu
  3. Pasangan Lantai Tegel > Satuan M2. Rumusnya : Panjang x Lebar
  4. Pasangan Tegel Plint > Stuan M. Rumusnya : Keliling panjang tembok yang dipasang
  5. Plesteran Dinding > Satuan M2. Rumusnya : 2 x Luas dinding yang diplaster ditambah luas tasram dan luas
    bidang pondasi yang tampak pada tepi luar tanah.

[5] Pekerjaan Beton. Ada 2 rumus, yaitu:

  1. Beton Tumbuk > Satuan M3. Rumusnya : Luas Permukaan x Tebal
  2. Beton Bertulang > Satuan M3. Rumusnya : Luas penampang x panjang /tinggi.

[6] Pekerjaan Kayu. Ada 6 rumus, yaitu:

  1. Kosen Pintu/Jendela > Satuan M3. Rumusnya : Luas penampang x jumlah panjang untuk tiap tiap jenis pekerjaan, ditambah 10 % kayu yang terbuang
  2. Daun pintu/kaca /panel /jalusi > Satuan M2. Rumusnya : Lebar x Tinggi lubang, ditambah 10%
  3. Papan Lisplank > Satuan M2. Rumusnya : Panjang Seluruh x Lebar lisplank
  4. Talang > Satuan M. Rumusnya : Jumlah panjang seluruhnya
  5. Kuda-Kuda > Satuan M3. Rumusnya : Luas penampang x jumlah panjang untuk tiap tiap jenis pekerjaan ditambah 10% kayu yang terbuang.
  6. Rangka Atap/Usuk, Reng > Satuan M. Rumusnya: Untuk bidang segitiga : Alas x 1/2 panjang bidang atap. Untuk bidang persegi panjang : panjang x tinggi bidang atap. Untuk bidang Trapesium : panjang tritis + panjang bubungan x 1/2 tinggi bidang atap.

Nah di atas adalah cara perhitungan (rumus) acuan guna menghitung RAB. Untuk daftar analisis pekerjaannya, Anda bisa menyesuaikan dgn daerah Anda masing2. Sesudah semua item pekerjaan telah terhitung volumenya maka tinggal Anda input ke daftar RAB. Semoga membantu!